Cerita Pendek Tema Impian

 Ahmad Sibocah Berkelana

 

Ayam berkokok di pagi hari, Ahmad yang masih menggeliat di kasurnya sambil di selimuti sarung meng-ngangkatkan badan nya dari kasur. Dialah Ahmad Hasanudin, seorang bocah berusia 9 tahun. Ahmad ini bocah yang berkerja keras,polos dan pendiam.

 

Ahmad tinggal bersama keluarganya di kampung perdalaman yang bernama Wanohari, , ia tinggal bersama ibu dan ayahnya, Ahmad anak satu satunya dari keluarga tersebut. Kampung Wanohari adalah tempat yang jauh dari Desa asalnya yaitu, Desa Fagarawi, jadi untuk perjalanan ke desa Fagarawi membutuhkan sekitar 5 km. Akses jalan nya tidak memadai , jadi warga sekitar sering berjalan kaki untuk menuju desa Fagarawi. Mata pencaharian kampung Wanohari,berkebun, dan berburu hewan di hutan, karena mengingat kampung ini tertinggal dari kampung lainya Jadi, terpaksa kampung ini menyatu dengan alam.

 

 Menenggok ke arah Jam, Ahmad menghelai napas. Suara ketukan, dan panggilan jelas dari luar kamar.“Ahmad bangun, Siap-siap cari kayu,” panggil ibunya. Ahmad diam sejenak berusaha mengumpulkan kesadaranya . “ Mad ayo mad bangun, nanti makin siang making panas,” panggilan itu semakin kencang. Setelah kesadaranya sudah penuh, beranjak pelan-pelan menuju pintu kamarnya . “ iya Bu, Ahmad udah banggun,” jawabnya. Ahmad pun membuka pintu kamarnya. “Ayo ke air dulu cuci muka, entar sarapan, ibu mau kesawah dulu mencari ubi untuk sarapan malam nanti.”. “Ubi lagi ubi lagi” balas ahmad sambil wajah mengerut.”Bersyukur ajah mad kita masih bisa makan” jawab ibunya ahmad.

 

 Ibunya Ahmad meninggalkan rumah. Ahmad langsung masuk kamar mandi yang ada diluar rumahnya. Dia cuci muka di atas air yang mengalir di bambu yang sumbernya dari sungai. Selepas cuci muka, Ahmad bergegas belakang rumah mempersiakan peralatan untuk mencari kayu, ia juga membawa alat memancing ikan, untuk menagkap ikan. Karena, Ahmad berinsiatif untuk menu makan malam hari ini adalah masak ikan. Menurut nya agar tidak membosan kan. Ahmad sudah siap dengan peralatanya, Ahmad bertemu dengan ayah nya di teras rumah yang sedang mengelus-ngelus ayam miliknya. Ahmad melewati ayah nya, tanpa basa basi karena, takut dimarahi. Ayahnya Ahmad yang sering di sebut Rojak oleh kampung sebelah,hidup nya tak berguna, Ayahnya adalah seorang penjudi, pemabuk, dan suka mengadu ayam. Ayah nya baru pulang dari kampung sebelah, dengan badan sempoloyongan tidak seimbang. “Mad lu bawa pancingan ikan, kudu dapat ikan nya yang banyak. Karena, kalau sedikit ngak bakal kenyang sama perut bapak mu,” ucap bapak nya yang teler, karena dia habis mabuk di kampung sebelah. Ahmad pun menganguk kan kepalanya, dan langsung bergegas ke hutan.

 

Sampai di hutan Ahmad mulai mencari kayu, kayu pun terkumpul. Matahari mulai menurun, Ahmad pun mengendong kayu yang diambil. Ahmad tidak langsung pulang kerumah, dia langsung ke sunggai, yang dekat dengan Desa Fagarawi, Ahmad langsung menggibaskan pancingan ikan nya. Ber jam-jam ahmad menunngu yang tersisa hanya sepatu dan sampah . Hari mulai gelap, Ahmad masih termenung karena ikan nya belum ia dapatkan.

 

Suara langkah kaki dari arah belakang Ahmad, Ahmad pun melihat ke arah belakang. Ternyata itu seorang pa ustad yang kebetulan imam mesjid Desa Fagarawi. “Hei nak, ayo bergegas kemasjid, ayo” ucap pak Ustad. “ikan nya belum ada, nanti ayah marah karena tidak dapat ikan nya” jawab Ahmad. “ Ayo sudahi memancing ini, di rumah saya ada ikan, nanti bapak kasih, sekarang kita sholat dulu” sontak pak ustad. Ahamad pun di ajak pak ustad ke masjid, sampai di masjid ahmad bukanya ambil wudhu, malah linglung dan masuk kemasjid tanpa wudhu.”hei na wudhu dulu” sontak pa ustadz. “wudhu? apa itu wudhu pak ustadz” jawab Ahmad. “asstagfirullohaladzin,” sontak pa ustad. “ yaudah cuci muka dulu,dan bersihkan dirimu, tunggu saya di luar sehabis sholat magrib” kata pak ustadZ. Ahmad pun menganguk kepala. Sholat magrib pun dah selesai, berjamaah pun udah berbubaran. Pak ustad menghampiri Ahmad, yang sedang melamun di halaman mesjid “ Nak kamu tinngal dimana?” tanya pak usatadz.”tinggal di kampung wanohari pak” jawab Ahmad. “kamu sering di ajarkan sholat sama orang tuamu?, agamamu apa nak.” tanya lagi pak ustadz, “Sholat? Saya tidak tahu sholat,Agama saya kata ibu saya Islam, karena ibu sering memarahi ayah, dan sering bilang Islam jagan mabuk haram,” ucap Ahmad. Pak ustadz pun termenung dan keluar air mata. Ternyata di kampung terdalam masih banyak orang yang kegelapan agama. Pak ustadz pun mengajak Ahmad ke kobong, untuk mengambil makanan untuk Ahmad. Ikan, beras, dan buah-buahan yang akan di berikan kepada Ahmad. Ahmad pun kegirangan, karena malam ini bisa makan banyak dengan menu berbeda. “ Kamu tampak senang sekali yah,” tanya pak ustadz “ iya pak karena ini adalah impian saya untuk makan-makanan mewah seperti ini” ucap Ahmad. “ Alhamdulilah, besok dan seterusnya Ahmad boleh datang kesini lagi, dengan syarat sambil belajar mengaji biar nanti saat berkelana tidak kegelapan”. “iya pak ustad. Ahmad pun pergi dengan Bergembira.

 

Ahmad pun bergegas meninggalkan kobong, dia melewati sekumpulan orang se usia dirinya yang sedang lulu-lalang membawa Al-quran. Saat dia menuju pulang ke arah jalan setapak, dia melihat dulu orang yang sedang mengaji di Mesjid, dia menatap ke arah jendela mesjid, dia terpaku melihat seusia ahmad mengaji di dalam mesjid, lantunan ayat suci al-quran pun berkumandang di speaker mesjid. Ahmad pun termenung berderai air mata mendengarkan lantuna aya suci al-quaran. Ahmad pun membalikan badan, dan melanjutkan perjalanan pulangnya. Di sepanjang perjalanan Ahmad melamun, dengan kayu yang di pangku sambil membawa makanan yang di kasih pak, ustadz.

 

Sampai di rumah tiba, Ahmad menurunkan kayu yang ada di pangkuanyanya, ahmad menuju belakang rumah untuk menyimpan kayunya. Ahmad pun kedalam rumah, melihat ibunya yang tertidur di lantai, Ahmad pun membangunkanya

“Bu bangun, Ahmad bawa makanan, untuk makan malam,” . ibu nya membuka kan mata, dan menaikan tubuhnya dengan cepat “Ya ammpuun ahmad, beneran ini makanan,” sontak ibunya kegirangan “Iya bu, dapat dari pak ustadz dari desa Fagarawi” jawab Ahmad. “Akhir nya mad bisa makan yang enak-enak” Ahmad senang sekali melihat ibu nya yang senang dan gembira. Ibunya ahmad yang sedang lahap makan, ahmad bergegas ke kamar tidurnya. “ Mad, jagan ke kamar dulu, sini makan, kamu seharian sudah makan,”. Ucap ibunya. “Ahmad sudah makan bu, tadi sisain ajah buat besok pagi, Ahmad cape mau tidur.”. Jawab Ahmad. Padahal ahmad  belum makan, karena mengingat kondisi yang sudah letih.

 

Ahmad langsung loncat ke kasur nya, dan menghelai napas”Fiuhhhhh”. dia menatap ke atas bilik rumah nya, sambil memikirkan bocah tadi di mesjid seusia dirinya membacakan lantunan ayat suci Al-quran. “ Kenapa kampung ini sangat berbeda dengan kampung fagarawi, disini mesjid pun tidak ada, banyak anak-anak seusia ku di sana membawa buku dan berlarian ke mesjid sedangkan, dikampung ku berlarian mencari makanan.” ucap Ahmad yang sedang mengobrol sendiri. Tidak lama kemuadian suara berisik dari arah depan rumah “BRUG!,” Suara pintu terbuka keras. Ahmad mengabaikan nya, karena sudah tahu bahwa itu ayahnya yang sedang mabuk. Ahmad yang seharian berjalan 5km, kini terlelap tidur.

 

Ayam berkokok di pagi hari, kini ibunya tidak memanggil Ahmad lagi, mungkin masih tidur, karena masih pagi buta. Ahmad bangun dengan semangat,tidak seperti biasanya, dia berjalan ke arah dapur, karena perutnya kerocongan belum makan dari kemarin. Sampai di dapur Ahmad melihat bapaknya yang sedang tidur, dengan makanan yang dimakan berantakan sana-sini. Ayah nya serakah sekali, sampai tidak ada makanan yang tersisa, Hanya jeruk yang tersisa gigitan ayahnya. Ahmad pun berpasrah dengan air mata berkaca-kaca dan perut yang keroncongan. Ahmad mengambil jeruk yang ada di meja, bekas gigitan ayahnya dan langsung bergegas pergi dari dapur, dan mempersiapkan diri untuk pergi dari rumah nya. Suara langkah kaki terdengar oleh ibunya yang sedang tidur di kamar nya. Ahmad dengan tergesa-gesa keluar dari rumah bilik nya itu. “Mad pagi buta gini mau kemana, sarapan dulu Mad,”. Panggil ibunya Ahmad yang baru bangun dari tidurnya.  Ahmad pun tidak menjawab nya, dengan wajah muram, Ahmad meninggalkan Ibunya Tanpa pamit.

 

Perasaan Ahmad sangat marah pada ibunya karena janji nya untuk menyisakan makanan tidak di tepati, di sepanjang jalan setapak Ahmad menendang-nendang yang ada di depan nya dengan perasaan kesal. Di perjalanan menuju desa Fagarawi, Ahmad berjumpa dengan sosok anak kecil,duduk di bawah pohon kelapa sambil melamun dengan tangan memegang perut, tampak nya anak kecil itu satu kampung dengan Ahmad. “ Hei lagi nungu siapa disini,”tanya Ahmad. “Lagi menunggu kelapa ini jatuh untuk di bawa,untuk makan sama keluarga”. “hahaa terlalu lama menungu itu, pegang tas saya,” Kata Ahmad sambil mengusap kepala bocah.

 Ahmad pun manaiki batang pohon kelapa dan mengambil nya. Sampai dititk pohon kelapa Ahmad pun mengambil nya dan menjatuhkan kelapa ke bawah. “ Awas awas jagan dekat dekat,. “ sontak Ahmad. “Duk” satu persatu kelapa jatuh kebawah tanah. Dan Ahmad pun turun dari pohon kelapa. Ahmad pun duduk bersama bocah itu, dan mengambil pisau dari tas nya Ahmad, untuk memotong bagian atas kelapa untu diminum. Berdua pun meminum air kelapa, dengan hati senang dan gembira. “Ini sisanya buat ibu yah, karena ibu sakit di rumah,”. Ucap bocah itu. “Iya silahkan, saya juga mau bergegas pergi “ Jawab Ahmad, dengan memberaskan tasnya. Ahmad pun melanjutkan perjalananya dan meningalkan bocah itu, perasaan kesal kepada ibunya berkurang, setelah meminum kelapa bersama bocah itu.

 

Desa fagarawi mulai terlihat, Ahmad pun berjalan degan cepat, Ahmad terlalu bersemangat untuk bertemu pak ustadz. Ahmad pun memasuki desa fagarawi, dan langsung menuju ke arah mesjid, terlihat ada sosok pa ustad di mesjid sedang mengajar murid nya. Pak ustad pun melambaikan tangan nya bertanda untuk masuk kemesjid. Ahmad pun berwudhu dulu, karena sudah paham kalau masuk mesjid harus wudhu terlebih dahulu. Ahmad pun masuk ke dalam mesjid, Terlihat banyak sekali orang-orang di dalam mesjid. “wa’alaikum sallam wr. Wb,”. Sontak murid-murid nya pak ustadz . Ahmad pun kebingungan dan kaget, “HAHAHAHA,” Suara terbahak orang-orang yang ada di mesjid. “ sudah cukup. Tidak boleh begitu, ini juga teman kalian semua,” Ucap pak ustad kepada murid-murid nya. “Hah teman, ngak mau teralalu gembel,” Ucap seorang bocah lelaki dari belakang.”HAHAHA,” Orang-orang ketawa kembali. Ahmad tersipu malu dan pa ustadz untuk menyuruh Ahmad berkenalan diri. “Saya Ahmad Hasanudin dari kampung Wanohari,di desa saya untuk makan harus mencari makanan di hutan”. “HAHAHA pasti pernah makan babi hutan,” Teriak seorang bocah lelaki tadi dari arah belakang. Ahmad pun mengkepalkan tangannya seperti ingin memukul bocah lelaki sialan itu. Tiba tiba dari arah depan seorang wanita cantik membela Ahmad “Heh Sojan, kamu itu sering mengaji tapi ahlak nya melebihi dari hewan,” Teriak wanita cantik itu. Suara ketawa pun bergemuruh di dalam mesjid.

 

 

 “ Hei hei sudah cukup jagan ribut, Ahmad silakan duduk di dedepan, tidak ada lagi ada yang saling menghina,”. Ucap pak ustadz. Ahmad pun duduk dan melepaskan kepalan tangan nya, dan tersenyum mengarah ke sosok wanita cantik itu. Pak ustadz pun melanjutkan mengajar pengajian nya

 

Pengajian pun selesai,orang-orang keluar dari mesjid Untuk pulang .Ahmad menghapiri pak ustadz, “ Pak ustad bolehkah saya menginap disini, saya ingin belajar mengaji agar Ilmu yang saya dapatkan bisa di amalkan di kampung saya, seperti yang pak ustadz ceramah tadi mengenai Amalan anak sholeh,”. Ucap Ahmad. “Massyaaloh nak, mulia sekali pemikiran mu, apakah kamu sudah minta restu kepada orang tuamu nak?,” tanya pak ustadz. Ahmad bingung mau menjawab bagaimana, Akhirnya dia terpaksa berbohong bahwa orang tuanya menginjinkan,” Sudah pak Ustadz, pas mau berangkat kesini,”. Balas Ahmad dengan ragu menjawab nya. “Alhamdulilah, sekarang siapkan dirimu kita berangkat ke Asrama putra.” Ucap pak ustadz

 

Ahmad pun di antarkan ke asrama khusus lelaki, bersama pak ustadz, sampai di Asrama Orang orang yang ada di luar asrama menatap Ahmad, seperti menonton pertujukan,.”Kamu sekamar bersama Jula,Rafda, dan Iklam, Lam jaga yah, jagan sampai ada keributan, Pak ustad mau memberaskan mesjid dulu” Ucap pa k ustadz. “siap pak ustdaz,” kata Iklam. Iklam paling tua diantara Jula dan Rafda, terlihat dia sangat dewasa ketika berkenalan bersama Ahmad. “Hei mad, Ayo masuk,dingin di luar”.  Kata Iklam,.Tampak nya Iklam mengenali Ahmad karena tadi bertemu di mesjid.

 

Selang beberapa tahun Ahmad mondok di pesantren Desa Fagarawi, Ahmad yang kini sudah beranjak dewasa,dengan ilmu yang sudah di dapat selama belasan tahun di pesantren desa fagarawi, Dan kini Ahmad jadi guru ngaji di Desa Fagarawi. Ahmad memutuskan untuk pulang kampung ke desa Wanohari, karena dia sangat rindu dengan Orang tuanya. Dia meminta izin kepada Pak Ustadz untuk pulang kampung, pak ustad menginjinkan nya, tapi mengingat belum ada pengantinya guru ngaji, Ahmad harus mengajari murid terlebih dahulu.

 

Ketika Ahmad sedang mengajar, tiba tiba di luar mesjid terdengar suara warga berteriak “Orang Gila awas ada orang Gila,”. Ahmad pun keluar mesjid, dan menghampiri Warga yang sedang berkerumun di luar mesjid memukuli orang gila. Ahmad pun medekat, Ahmad kaget ternyata orang gila itu orang tuanya. “BEHENTII,TOLONG BERHENTI, INI ORANG TUA SAYA, MOHON BERHENTI!!,” Teriak Ahmad, sambil derderai air mata. “ Dia orang Gila, mengencingi mesjid,”. Kata seorang warga sambil berteriak. “Maafkan orang tua saya,” Ucap ahmad yang sedang memeluk orang tuanya. Pak ustad datang, dan membubarkan Warga setempat. Orang tua ahmad dibawa kerumah pak ustadz, untuk di beri minum. “Pak ustad, Ahmad sangat menyesal sudah meniggalkan orang tua bertahun-tahun, demi impian saya, tidak tahu bahwa orang tua saya sangat kelaparan di kampunng,”. Ucap Ahmad sambil berderai air mata. “ Sudah lah mad sekarang pulang ke kampung mu dan wujudkan impian kamu, Untuk menyebarkan Ilmu yang sudah di dapat sejak belasan tahun di Desa Fagarawi,”

 

“Nak, ibu kangen kamu, menunggu di rumah membawa makanan, tidak pulang pulang kerumah, Ayah kamu juga menyesal atas perbuatan yang membuat kamu marah waktu itu,” Ucap ibu Ahmad yang sedang terbaring lemah di kursi pak ustad. “Maaf Ahmad sudah durhaka kepada ibu dan bapak” terseguk seguk menangis berderai air mata. Ahmad melihat bapak nya terbujur Kaku mengalami peyakit stroke. Ahmad pun memeluk mereka berdua.

 

Ke esokan harinya Ahmad pulang bersama orang tuanya, Diantar bersama pak ustad dan warga daerah setempat Fagarawi,. Kini Ahmad bisa membawa segudang Ilmu yang di dapat di desa Fagarawi, untuk mengamalkannya ke kampung Wanohari. Agar kampung Wanohari tidak merasa tertinggal meskipun masuk keperdalaman. Berjalanan nya waktu Kini kampung Wanohari, Di buatkan lah mesjid dari sumbangan pemerintah, Dan akses jalan nya pun memadai untuk di lewati. Dan sekarang Ahamad menjadi imam di kampung Fagarawi.

 

Nama : Galih purnama, , Alamat: Provinsi Jawa Barat, kecamatan Ciamis Dsa Cisadap, Dusun Cibodas Rt0 02,Rw024.

IG: Galpaker_purn, NO WA: 0895629314857


Facebook      youtube     Instagram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dukungan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Daring